Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI Anugerahkan Darjah Kebangsawan Melayu di Hari Sempena Pernikahan ke-16 Tahun
- account_circle beritagaruda
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MEDAN – Suasana penuh khidmat dan nuansa kebesaran adat Melayu mewarnai Majelis Merafak Sembah Tahniah sempena Hari Jadi Ke-16 Pernikahan Yang Teramat Mulia (YTAM) Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI, Tuanku Muhammad Fauzi, S.Kom., M.H., bergelar Al Mulk Akbar Shah, bersama Yang Amat Mulia (YAM) Cik Anita, S.E gelar Sri Ampuan Permaisuri Diraja Kejeruan Metar Bilad Deli. Acara yang digelar secara tertutup di Hotel Miyanna Medan, Sabtu (22/8/2026), tersebut turut menjadi momentum penganugerahan gelar kebangsawanan dan kurnia kehormatan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi, kecakapan, pengabdian dan jasa dalam menjaga eksistensi serta pelestarian nilai-nilai Melayu di Tanah Deli. Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB itu berlangsung lancar, tertib dan sarat dengan makna adat serta kekeluargaan.
Penganugerahan gelar kebangsawanan merupakan hak dan penilaian mutlak Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI terhadap tokoh-tokoh yang dianggap layak menerima amanah tersebut. Gelar yang dianugerahkan terdiri dari Datok Sri, Datok Limpah Kurnia, Datok Perangkat, Datok Timbalan dan Datin. Berikut daftar gelar yang diberikan dan selanjutnya para penerima gelar tersebut kini menjadi bagian dari keluarga besar Kejeruan Metar Bilad Deli dengan tanggung jawab moral untuk terus menjaga adat, marwah dan nilai kehidupan berMelayu.
Datok Sri :
Datok Sri Haji Mohd Rosli Ibni Haji Bakir
Gelar : Datok Sri Moksha Arya Wangsa Diraja KMBD
Datok Sri Teuku Syeh Zubaili S.SOS,I Ibni Teuku Raja Muda
Gelar : Datok Sri Panca Wangsa Setia Utama Diraja KMBD
Datok Sri Prof DR Fekri Juliansyah, S.IP Ph.D
Gelar : Datok Sri Indra Utama Diraja KMBD.
Limpah Kurnia :
Datok Bobby Irwansyah, SE Ibni Haji. Syamsu Anwar Hamid Chan
Gelar : Datok Nirmana Setia Wangsa Diraja KMBD
Datok Ilham Sa’dani Damanik, SH. Ibni Haji. Ruslan Damanik.
Gelar : Datok Adhivakta Setia Bangsawan Diraja KMBD
Datok Willy Firmansyah Ibni Haji. Hambali
Gelar : Datok Raksaka Setia Perkasa Diraja KMBD
Perangkat :
Datok Agung Indra Syahputra, SH Ibni Kusdianto Pradawansyah
Gelar : Datok Setia Perkasa Panglima Laskar Diraja KMBD
Datok Irfan Syah Ibni Arifin
Gelar : Datok Setia Nartaka Wangsa Diraja KMBD
Datok Timbalan :
Datok Muhammad Irvan SE Ibni Baharudin
Gelar : Datok Setia Praja Sandhana Diraja KMBD
Datok Arifuddin, SH, S.P.d.I, M.Pd Ibni H. Abdul Jalil
Gelar : Datok Setia Praja Wangsa Diraja KMBD
Datin :
Datin May Sara Binti Jalaluddin
Gelar : Datin Setia Perkasa Panglima Laskar Diraja KMBD
Datin Khairunnisa, S.E Binti H.Rusli
Gelar : Datin Setia Praja Sandhana Diraja KMBD
Datin Nurma Dewi Amra, S.Sos.I, S.Pd.I Binti Amril Effendi
Gelar : Datin Setia Praja Wangsa Diraja KMBD
Datin Hj. Fitriani A. Md.Ak Binti Mhd Zaharuddin. SH
Gelar : Datin Wangsa Metar Niskala Diraja KMBD
Datin Prof.Dr..dr. Humairah Medina Liza Lubis M.Ked (PA)., Sp.PA Binti Prof. dr H.M. Nadjib Dahlan Lubis, Sp.PA(K)
Gelar : Datin Cendikia Gala Bayu Wangsa Diraja KMBD
Datin Juliana Binti Usman
Gelar : Datin Setia Punggawa Sakti Pawang Negeri Diraja KMBD
Datin Dra. Hj Fatimah Zahara. MPD Binti H. Omar Abu Bakar
Gelar : Datin Abimata Perkasa Wangsa Diraja KMBD
Dalam Amaran Diraja dan sambutannya, Tuanku Muhammad Fauzi menegaskan bahwa gelar kebangsawanan yang diberikan bukan sekadar kebanggaan, penghormatan atau simbol status sosial. Menurutnya, setiap gelar merupakan amanah besar yang harus dijunjung tinggi oleh para penerimanya. Datok dan Datin diharapkan mampu menjaga marwah adat Melayu, menjalankan kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai syariat Islam serta mengaplikasikan kecakapan dan pengabdiannya untuk kemaslahatan umat dan masyarakat hingga akhir hayat. Tuanku juga menegaskan bahwa Melayu sebagai bangsa besar memiliki sejarah dan eksistensi yang tidak perlu diragukan, namun masa depan Melayu sangat bergantung pada bagaimana seluruh puak Melayu menjaga, mengembangkan dan mengarahkan warisan budayanya untuk generasi masa kini dan mendatang.
Prosesi penganugerahan berlangsung dengan tata upacara adat yang sarat filosofi. Rangkaian acara diawali dengan masuknya iringan Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI dan Permaisuri ke ruang yang didesain sebagai balairung, diikuti Datok Laksamana, Datok Panglima Perang, Datok Bentara Kiri, Datok Bentara Kanan, prajurit dan dayang-dayang. Setelah Raja dan Permaisuri duduk di singgasana kebesaran, prosesi dilanjutkan dengan masuknya kezuriatan, Datok Perangkat dan Datin. Seluruh hadirin kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa oleh Datok Imam serta alu-aluan mengenai Kejeruan Metar Bilad Deli oleh Datok Setia Diraja. Satu per satu penerima anugerah kemudian dipanggil ke hadapan singgasana untuk menerima selempang, keris dan pingat dari Raja, dilanjutkan pembacaan serta penandatanganan ikrar. Keseluruhan prosesi adat dibuka dan ditutup oleh Penghulu Balai.
Sejumlah tamu undangan turut menghadiri majelis tersebut, di antaranya Anggota DPRD Sumatera Utara Komisi IV Fajri Akbar, S.H., Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos., M.SP., perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara, Joe, serta perwakilan dari kedatukan dan organisasi masyarakat. Rangkaian acara yang kepanitiaannya dipimpin Datok Maulana itu juga menghadirkan momen istimewa berupa pemberian sijjil penghargaan oleh Raja Kejeruan Metar Bilad Deli XI kepada Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum Medan, Yayasan Budi Agung Medan, sebagai Sekolah Pelestari Budaya Melayu Kota Medan, atas komitmen dan konsistensinya menerapkan budaya Melayu di lingkungan pendidikan.
Usai prosesi utama, Raja dan Permaisuri bersama iringan dayang-dayang serta pengawalan prajurit meninggalkan balairung untuk melanjutkan acara silaturahmi, foto bersama dan Santap Diraja. Sebagai penutup, dilakukan pembacaan ulang ikrar setia yang telah diperbaharui oleh Datok Perangkat, Datok Timbalan dan Datin yang selama ini senantiasa membersamai Raja dalam berbagai kegiatan dan pelaksanaan program Kejeruan Metar Bilad Deli. Ikrar tersebut menjadi penegasan bahwa seluruh gelar yang dianugerahkan bukan hanya sebuah kehormatan, melainkan amanah untuk terus mengabdi dan berkontribusi dalam menjaga pelestarian budaya, adat istiadat serta marwah Melayu di Tanah Deli. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Kejeruan Metar Bilad Deli diharapkan terus konsisten melanjutkan berbagai program yang memberikan kemaslahatan bagi umat, masyarakat dan keberlangsungan warisan budaya Melayu.


- Penulis: beritagaruda

Saat ini belum ada komentar